Yaa.. Anggap saja sudah diambil pemiliknya

April 22, 2011 at 3:02 am Leave a comment


Sudah hampir tengah malam, terjaga dengan mata yang super duper seger buger buat ngelirik sana sini sambil jaga pintu menanti kedatangan bapak ibu dari berobat. Cenat cenut di tangan kanan masih terasa. Ujian kuliah kok ngerepotin banget. Sambil menghela nafas panjang “Tinggal besok ujiannya. Moga ga makin keram aja nih tangan.”. bapak ibu dah datang saat jam nyaris menunjukkan tengah malam. Mata sudah setengah pejam atau hanya tinggal beberapa watt aja lagi. Ngantuk ditambah lelah ngerjain soal ujian tadi siang. Cukup 3 soal dan dibahas sepanjang 4 halaman kertas double folio. Hmmm… tangan yang semula kaku tambah kaku aja rasanya.

Melewati separuh malam di malam minggu dengan rasa rindu dengan yang tersayang. Mulai membaringkan badan di tempat tidur dan menatap kosong dinding ruangan kamar dan membayangkan cerita indah dengan yang tersayang. Kangeeeen… memaksa mata untuk terpejam susah banget padahal sudah ngantuk berat. Ngedumel ga jelas pun keluar juga akhirnya, sambil memaki dalam hati dengan satu kalimat yang diulang berulang kali. “Nah kan.. kebiasaan melek malam dah kalo begini.”. Huuft.. Cuma bisa meringis ajah. Masih sempet terdengar obrolan panjang antara bapak ibu di ruang tamu setelah kepulangan mereka dari berobat. Setelah itu hening. Ibu mungkin juga ngerasa’in ada yang buat ga tenang malem ini, jadi ibu datangi kamarku sambil berkata “ Udah tidur kah wi? Besok kuliah jam berapa?”. Kujawab dengan jawaban singkat tanda kalau aku bener2 sudah lelah tapi belum juga bisa terlelap.

Entah jam berapa aku terlelap yang jelas waktu tersadar sempet ngeliat jam yang masih menunjukkan 03.00 dinihari lewat (lupa dengan menitnya yang jelas menunjukkan angka belasan). Teringat dengan HP yang belum sempet di charge. Mengambilnya dan bangun dari tidur untuk mulai mencharge-nya. Huuft.. kangen banget sama dia yang tersayang. Cukup dengan sms aja lah berharap dia ikut merasakan apa yang saat ini kurasakan. Besok masih dengan jadwal masing – masing. Pagi sekali dia dengan event nya, dan aku yang harus berkutat dengan soal ujian. Tanda sms terkirim sudah terlihat, saatnya melanjutkan tidur kembali. Masih ada waktu 2 jam lebih untuk menikmati pelukan hangat si selimut tanpa menghiraukan gemerisik bunyi yang entah dari mana. Berpikir bahwa bunyi itu berasal dari plastik tempat buangan semua sampah kamarku yang belum sempet kubuang dan sang kecoa sedang asik berpiknik di sana .

Terbangun dengan suara berat yang memanggil namaku di jam 6 pagi. Beranjak malas untuk bangun dan kewajiban melapor pada Pemilik Semesta Alam. Sempat berpikir, enak juga kali ya kalo makan jajanan yang dijual di dekat gapura jalan. Melihat charger tanpa handphone terpasang bersamanya, dengan masih separuh nyawa mencoba untuk miskol (misscall). Berulang kali dicoba kok tetap ga aktif dan salah jurusan yak? Memfokuskan diri untuk mengumpulkan kembali nyawa yang tersisa dan terus mengingat kejadian sebelum terbangun dari tidur. Dengan panik, mendatangi kamar ibu dan meminta untuk nelpon ke nomer Telkomselku. Nihil. Whuaaaa…. What’s the hell it is??? Don’t be panic.. not worked.. Arrghh… Kutengok jendela kamar. Waacks.. kok terbuka? Kemaren sore kan sudah tertutup. Astaghfirullaaah.. Iyaah sudah nih. Pembobolan alias kegiatan si maling. Setelah cek di ricek, pembobolan kamar dengan TKP kamarku sendiri dan waktu kejadian sekitar jam 03.00 dini hari sampai jam 06.00 subuh, berhasil dengan sukses mennggondol handphone Samsung Star tersayangku, dompet merah yang berisi uang 400ribuan lebih, kartu – kartu (KTP, 3 ATM, NPWP, NUPTK, KTM, Askes, member Natasha), slip pembayaran akomodasi dosen, foto (ukuran 2 x 3, 3 x 4 dan 4 x 6), dan uang seringgit dari Bu Kus, kalkulator Casio yang baru dibelikan sayangku, trus… make up set oriflame ku (miring nih maling. Kok barang ini yang diambil yak??). Hiks…

Setelah mengolah TKP yang ada ternyata, pembobolan kamar terjadi dengan pelaku yang memanfaatkan kayu panjang yang ujungnya terdapat kaitan dan kayu tersebut diambil oleh pelaku dari teras rumah korban yang disangkutkan di tiangnya (waacks.. secara tak langsung malah menyiapkan barang yang diperlukan oleh pelaku. Mantaph..). Cara kerjanya yaa.. tinggal mengkaitkan barang yang diinginkan di dalam kamar dengan tuh kayu trus barang yang sudah nangkring dengan sukses di kaitan kayu di dekatkan ke jendela. Selesai deh operasi dini hari si pelaku. Mensiasati operasi pembobolan dengan teralis sebagai kendala memasuki kamar. Woow… Trik jitu si maling keren juga euy.. (Don’t try this at other home selain rumah sendiri iah..!!)

Trying not to being panic. Take a deep breath. Ok.. let’s evaluation and introspection. Kejadian ini mengingatkanku dengan kata sewaan. Barang yang sudah hilang padaku semuanya ini sudah diambil oleh pemilik aslinya. Beruntung aku sudah bisa menikmatinya, dan akhirnya berganti pemilik. Membayar uang sewa dengan membeli dan mendapatkannya kemudian menggunakan juga merawatnya. Kalau memang rejeki, pastinya nanti juga akan kembali lagi. Walau terbersit rasa tak ikhlas, tapi ya apa mau dikata kalau semuanya hanya titipan. Termasuk nyawa. Semoga yang hilang tergantikan dengan hal yang lebih indah lagi dan tetap membuat kita sadar akan asalnya untuk terus bersyukur. Dalam artian, selama ini aku termasuk hamba Allah yang sangat kurang sekali untuk bisa bersyukur. Uang sejuta masih ingin semilyar (Wooo… siapa juga yang mau nolak kalo dikasih tanpa embel – embel), rumah satu masih ingin apartement mewah tepat berada di tengah kota dan hutan kota (tengah kota kan jalanan gede yak?? Kok masih mau aja sih?), handphone ulek2 masih pingin handphone serba canggih (padahal bisanya cuma maen games, sms atau nelpon doang. Paling banter pesbukan lah. Dan ujung – ujungnya fungsi hape yaitu buat ngelempar anj**** ). Hahhaay… Sifat manusia yang ga pernah cukup dan tak pernah bersyukur. Lupa akan daratan tempat dia berpijak. Takabur. Astaghfirullaaah.. Sungguh Allah masih sayang padaku dan mencoba menegurku dengan caranya yang indah. Alhamdulillaah..

Alhamdulillah, nyawaku masih lengket dengan ragaku (kalung emas masih menggantung di leher) trus aku juga ga di “apa2″in. Hohohoho.. barang mah bisa dicari kalo nyawa?

~Amazing sunday. April, 17th 2011~

Entry filed under: TENTANG HIDUP. Tags: .

Cukup untuk cerita hari ini Pelaku pembunuhan wanita berbahaya di dunia (Kanker Serviks)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



More clock widgets here

April 2011
M T W T F S S
« Mar   May »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Categories

Recent Posts


%d bloggers like this: