About this feeling

April 16, 2011 at 8:37 am Leave a comment


Sang surya nyaris menuju singgasana abadinya.
Bersiap duduk manis menyambut sinar bulan.
Diiringi gemulai kepakan sayang burung – burung walet.
Bak sang raja yang di dampingi para dayang dan pengawalnya.
Langit biru sudah siap menggerai tirai gelap malamnya.
Lembayung indah di ufuk barat
Pertunjukan indah alam menggapai malam.
Di buka dengan penampilan tarian cahaya jingga.
Riuh hangat hembusan angin menyentuh kulit.
Sehangat hiruk pikuk kota di penghujung lelah.

Sekejap mata melepas bayang punggungnya.
Diiringi kecupan hormat bermakna di tangannya.
Mengantar kepergiannya menuju bagian cerita lainnya.
Menatap hampa menyusuri lorong gang.
Membalas sapa hangat relasi dengan nanar dan hambar.

Detakan jam hipnotis sang waktu untuk bergulir.
Tirai malam sudah turun dengan sempurna.
Ditemani keanggunan pucat cahaya bulan.
Termenung gelisah menyambut sinaran malam.
Perasaan rindu sudah bermain dengan kejinya.
Memaksa hati untuk terus mengganggu waktunya.
Seharian bersama tak cukup mengganjal sebuah rasa ingin.
Mengusir jengah hati akan rindu.
Memborgol setiap hadirnya perasaan.
Memusatkan logika pada setiap lembaran putih penuh tuangan tinta.
Berharap rasa hati untuk tidur lelap sementara.
Menggantikannya dengan kuatir soal ujian.
Hanya beberapa menit dapat terjangkau oleh pikir.
Bayangan indah dirinya mempermainkan akal di tiap tatap lembar putih tercetak.
Mengesankan sekali.

Menutup dan meletakkan paksa lembaran putih tak terbaca.
Menatap ketakberdayaannya dan berpikir kembali.
Memantapkan keputusan untuk tidak berpikir.
Menghentikan semua fungsi otak.
Merebahkan diri di hangatnya pembaringan.
Memeluk erat penjaga rahasia di tiap lelahku
Mengalihkan setiap fokus raga pada setiap indera.
Memejamkan mata, menatap kehampaan.
Mengheningkan lidah, memanggil bisik namanya.
Menghirup aroma malam, menghembuskan beban.
Menyentuh kosong setiap partikel udara.
Mendengarkan bisik alunan malam.

Menenangkan hati akan perasaan terdalam.
Menghanyutkannya dalam terjangan pikiran nyata.
Membulatkan tekad pada fokus bayang sang akal.

Sungguh tiada daya sedikitpun yang mampu membuka pintu logika manapun.
Selalu terhenti pada bayang hadirnya.
Rasa yang terus saja menggila di setiap perjalanan waktu.
Keinginan hati yang selalu tak sanggup menjauh.
Membiarkannya lenyap dan hilang.
Sungguh perasaan yang luar biasa tak sanggup kutaklukkan.
Perasaan untuk terus mencintainya.

~April, 15th 2011~

Entry filed under: TENTANG HIDUP. Tags: .

Sebentuk Cinta Bayangmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



More clock widgets here

April 2011
M T W T F S S
« Mar   May »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Categories

Recent Posts


%d bloggers like this: