The scary of windy-rain

April 12, 2011 at 12:08 pm Leave a comment

baru sekejap ku terlelap malam ini
menikmati peraduan nikmat yang disajikan kasur dan para penghuni kamar sesakku
terbangunkan oleh gemuruh angin yang menderu langit
rentetan hujan yang memburu untuk segera tiba di bumi

sesak karena takut dengan paduan suara angin dan guyuran hujan
teriakan ketakutanku teredam dengan lebatnya gemuruh hujan dan angin
liukan kasar pohon pisang dan gerakan kaku tiang lampu depan rumah sudah bisa dipastikan seberapa dasyat terjangan hujan angin malam ini

terlintas bayangan2 mengerikan dengan serbuan malam ini
membayangkan apakah ada yang menatap ngeri kejadian malam ini
menjerit samar dalam doa supaya segera reda
menghilangkan segala kengerian yang menghias mimik muka yang terjaga

aku yang terjaga dari deruan bising malam ini
menjerit pelan berharap bisa mengurangi ketakutan
mengalihkan perhatian dengan mengaktifkan handphone
mencari sebuah nama yang dirindukan
berharap sama2 terjaga dengan kesibukan yang dialami sang malam
mengirim sebuah pesan dengan singkat
menanti balasannya..
sekian detik, menit berlalu..
huuuft… nihil
tak ada balasan.
ya sudahlah…
ini hanya ketakutanku yang berlebihan saja
tapi paling ga, semoga dia membaca, walau mungkin tak merasakan
karena memang ga penting sama sekali isinya
hanya perasaan yang berlebihan saja

huuu.. sekian lama mencoba membolak-balikkan badan
berusaha menghilangkan kekhawatiran dan ketakutan
masih dalam kamar yang sesak, dan terbaring pada kenyamanan pulau kapuk
sampai akhirnya alarm pertama..
kedua dan akhirnya sampai pada bunyi yang ketiga
sudah saatnya dengan rutinitas hari ini..
Huuuu… malam yang sangat singkat untuk melepaskan penat
menyeret langkah menuju tampungan air, mandi
laporan rutin ke Yang Maha Kuasa
bersyukur karena malam yang mengerikan telah berganti dengan pagi yang dingin walau masih menyisakan tetesan basah air hujan
Bismillaah..

sapaan hangat pada bumi dan alam semesta untuk mengacuhkan kemalasan diri dengan suasana dingin pagi hari yang dengan sangat senang hati menyeret balik langkah kaki ke rumah
saatnya berangkat menuju pasar ibadah demi amanah berharap berkah
pamit dengan semua yang tersayang dan tak lupa seseorang yang dirindukan
semoga segalanya membaik hari ini

tetesan air hujan masih cukup semangat untuk menunaikan tugas dari Sang Penciptanya
Sepanjang perjalanan ..
ditemani hangatnya canda dan tawa renyah sang sopir angkot dan penumpang yang berisi pelajar2.
mengikuti jangkauan jalan beraspal yang hitam membisu
hilir mudik kendaran yang lowong dalam mengisi jalanan beraspal pagi ini
daun2 kering yang gugur memberi kesan betapa kerasnya perjuangan mereka semalam
As long as i look and see, there’s nothing can be worried about the scary of windy-rain last night..
Alhamdulillah..
it’s only my feeling..
I’m just worrried about the one who i miss him so

~April, 6th 2011~

Entry filed under: TENTANG HIDUP. Tags: .

Cinta Secukupnya Ada dan Tiada

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



More clock widgets here

April 2011
M T W T F S S
« Mar   May »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Categories

Recent Posts


%d bloggers like this: