Please love me in all of your life, my dearest

March 8, 2011 at 2:46 am 2 comments

Buat kekasih hati pengisi relung jiwaku.
Dengarlah isi hati ini yang hanya kuperuntukkan padamu.
Sungguh hanya dirimu yang membuatku mengerti akan cinta dan hidup.
Hidup yang membuatnya sangat berarti karena kau penuhi dengan semangat,harapan,impian dan rasa sayang.
Semua hari dan waktu yang pernah kita lewati bersama begitu terukir indah.
Senang, tangis, kesal, dan canda..
Semua emosi yang pernah tercipta, sangat membekas di ingatanku ini.
Kita pernah melaluinya, merasakannya dan membaginya bersama.
Kejujuran, saling percaya, saling membutuhkan, dan saling menguatkan…
Banyak sekali ujian yang telah kita lewati dalam mempertahankan hubungan kita ini.
Sebesar apapun ujian itu, aku yakin bahwa kau selalu ada untukku, bersamaku dan berusaha menguatkanku.
Banyak lagu yang sering dan pernah kita nyanyikan bersama
Dan membuat kenangan tersendiri pada saat menyimak liriknya.
Banyak tempat di kota ini yang sudah kita jadikan salah satu cerita cinta kita.
Sungguh kenangan saat bersamamu, membuatku sulit untuk berpikir jernih.
Setiap saat selalu hanya dirimu yang hadir dalam khayal dan nyataku.
Selalu berkhayal indah akan masa depan yang akan kubangun saat bersamamu kelak.
Sungguh, kau adalah impian dan harapanku saat ini.
Betapa ingin diri ini untuk terus menggapainya dengan semangat dan kekuatan yang selalu kau berikan.

Sayangku…
Ketahuilah bahwa sesungguhnya diri ini sangat tak sanggup untuk menuliskan hal ini.
Setaksanggup diriku bila ku akan kehilangan dirimu.
Kepergian dirimu dari sisiku.

Sayangku..
Dengan berat hati ku mengatakan ini, bahwasannya…
Sejauh apapun upayaku untuk mempertahankanmu di hidup dan hatiku, takkan bisa mengalahkan usaha dia untuk mempertahankan keutuhan keluarga miliknya.
Keluarga yang kalian ikat dan jalin sejak kau pamit padaku untuk menunaikan sebuah janji.
Sebuah janji yang direstui oleh keyakinan maupun peraturan tempat kita bernaung.
Walaupun kau berjanji tidak ada yang berubah tentang segala yang pernah terjadi antara kita.
Tapi tetap saja, diriku tak punya hak apapun pada dirimu.
Ku bisa mencintaimu tapi tak bisa memilikimu seutuhnya.
Hati ini menjerit.
Berontak..
Serasa semua ini tak adil.
Mengapa semua seperti ini?
Ku hanya menginginkan dirimu.
Kau tau akan itu, akan perasaanku ini.
Hanya kau sayangku, bukan orang lain.
Bagiku hanya satu yaitu kamu dan kuyakini untuk seumur hidupku.
Tapi..
Sejak ikatan itu, jelaslah beda untuk semua yang pernah kulewati saat bersamamu.

Dia..
Dialah pasangan hidupmu sebenarnya, bukan diriku..
Dialah wanita yang kau pilih untuk menjadi pendamping hidupmu, bukan diriku..
Dialah yang Allah telah takdirkan untuk kau nikahi dan membina rumah tangga bersama, bukan diriku..
Dialah wanita terbaik yang Allah berikan kepadamu, bukan diriku..
Dan dialah.. wanita pertama yang kau kenal dan kemudian kau menjanjikan sebuah ikatan suci untuk terjalin segera, bukan diriku..

Seandainya aku bisa lebih bersabar itu katamu untuk membesarkan hatiku.

Oooh sayangku… betapa ku sangat mencintaimu
Entah harus berapa kali kata itu terucap dari bibir dan hatiku.
Entah dengan cara yang seperti apa lagi untuk membuktikan isi hati ini kepadamu..
Karena memang hanya dirimu, satu yang selalu hadir di setiap saat ku menghembuskan nafas ini.

Sayaang..
Betapa beruntung dia yang telah memilikimu.
Oooh.. sungguh irinya diriku ini padanya.
Cemburukah aku?
Bukan lagi kata “cemburu” tapi “sangatlah cemburu”.
Astaghfirullah al’adziim…

My Dearest..
Terima kasih sudah mencintaiku….
“I hope I love you all my life”
I love you so most and i proud to love you in my life

Ya Allah…
Kenapa bukan dia saja yang menjadi milikku?
Bukan dia saja yang Kau peruntukkan bagiku?
Kenapa dia untuk orang lain?
Menjalani sebuah ikatan suci itu.
Padahal Kau tau betapa diriku ini teramat sangat mencintainya.
Aku mengerti ya Allah, kusadari memang dialah wanita terbaik yang Kau pilih dan berikan kepadanya.
Jika memang ku tak bisa memilikinya..
Tolong bantu diriku ini untuk melepaskan perasaanku yang paling dalam dan yang hanya teruntuk padanya.
Bila memang itu bisa menebus semua dosa dan kesalahan yang pernah ku perbuat karena telah mencoba untuk menghancurkan keluarganya.
Jika saja Kau menyanggupi permohonanku ini ya Allah, berikan suatu cara yang tidak membuatku tersiksa dan menderita dari waktu ke waktu dimana tak ada dia lagi di sisiku.
Tak bisa lagi diri ini untuk bersamanya.
Melewati dan menghabiskan waktu bersama.
Ya Allah..
Dialah sumber kekuatan tempatku berpijak untuk ujian hidup yang kau berikan selain padaMu.
Dialah impian, harapan, dan cinta terdalamku.
Perasaan, hati dan hidupku ini pun rela kuberikan padanya.
Bilakah Kau memperpendek umurku saja?
Karena rasanya tak sanggup apabila diri ini melewati setiap waktu tanpanya.
Dan mencoba menjauh karena dia sudah memiliki keluarga kecil buatannya.
Tapi apa perasaan ini bisa lenyap bersama dengan jasadku yang terbujur kaku?
Karena ku meminta kematiankupadaMu karena memang ku tak sanggup untuk kehilangan dia.
Melewati hari tanpanya.
Dan pastinya disaat aku tlah tiada nanti diriku masih merasakan dan membawa perasaan cinta ini bersamaku.
Terkubur bersama raga yang sudah tak bernyawa lagi.
Dan apakah diriku pun akan tetap tenang?
Karena sampai nyawa ini telah terambil oleh pemiliknya pun, diri ini masih membawa cinta ini hingga akhir hidupku.
Mencintainya untuk seumur hidupku..
Ya Allah.. Jagalah dirinya selalu..
Ku sangat mencintainya..
Entah sampai kapan ku sanggup untuk bertahan dan mempertahankannya.
Karena hanya diriMulah yang mengetahui segalanya.

Entry filed under: TENTANG HIDUP. Tags: .

TEKA TEKI Ilmu, agamaku pun menuntunku untuk terus mencari dan mempelajarinya

2 Comments Add your own

  • 1. aku  |  March 11, 2011 at 10:25 am

    salut….belum pernah aku membaca tulisan mu sedalam ini…
    great..!

    Reply
    • 2. dwinurhidayati85  |  March 11, 2011 at 4:36 pm

      iya mas, maaf dengan kata2nya yang mungkin terlalu melow.
      Saat dee tulis memang dalam keadaan putus asa dengan harapan/ impian yang blum terwujud itu.
      Dee berharap besar untuk terus bersama dia selamanya.
      Sampai dia (mungkin) merasa bosan dan sudah mati rasa dengan dee ini.
      Walaupun sebenarnya dee ga ingin hal itu terjadi, karena pastinya akan benar2 sangat menyakitkan hatiku.
      Dee sangat mencintainya..
      Dan dee bangga karena sudah mencintainya walau belum memilikinya.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



More clock widgets here

March 2011
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Categories

Recent Posts


%d bloggers like this: